Monica Huggett

Musik Adalah Hidupku

Saluran Irigasi Di Kediri Dirusak Kakek

kakek pelaku perusakan pipa pdam tersebut adalah parsun, 55 tahun, warga dusun nunggulan, desa pagung, kecamatan semen, kabupaten kediri. Fasilitas umum ini dicongkel parsun hingga rusak, pada malam hari, di desa joho, kecamatan semen, kediri.

Namun aksi mantan pegawai hipam ini tak berlangsung lama, sebab keesokan harinya polisi menangkapnya atas laporan warga, uniknya, untuk merusak pipa air, parsun hanya menggunakan sebuah kayu.

Kepada polisi, parsun yang dipecat 16 april 2005 lalu, kepada berita Kediri secara tegas menyangkal tuduhan kepada dirinya. Intinya, kakek yang memiliki satu cucu ini mengaku berniat untuk memperbaiki pipa yang rusak, namun, oleh warga, parsun merasa dihasut dan dituduh merusak.

Sementara itu, kapolsek semen akp suyantono mengatakan, dari keterangan warga dan bukti-bukti yang ada, parsun memang melakukan pengerusakan pipa air minum. Motifnya karena parsun baru saja diberhentikan dari pekerjaannya yang saat itu sebagai pegawai hipam.

Kapolsek suyantono menambahkan, meski pelaku mengelak kasusnya tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, pelaku dijerat dengan pasal 406 kuhp atau 408 tentang pengerusakan fasilitas umum, ancamannya 2,5 tahun kurungan penjara. Dua orang pegawai negeri sipil (pns) , departemen kesehatan di surabaya, digrebek satrekrim narkoba polresta kediri ketika menggelar pesta sabu-sabu di salah satu hotel di kediri.

abdul rachman, 41 tahun warga krembangan jaya surabaya, bersama temannya muslan atim, warga gading tambaksari surabaya kemarin diringkus satreskrim narkoba polresta kediri di salah satu kamar hotel di kawasan jalan dhoho kediri, ketika sedang asyik pesta sabu-sabu.

Dalam pengrebekan itu, polisi berhasil menyita barang bukti berupa, 1,6 gram sabu-sabu sisa pesta dan seperangkat alat hisap, dari tangan kedua tersangka.

Mulanya anggota reserse narkoba mendapat laporan ada 2 orang laki-laki asal surabaya yang sering teler usai check in di hotel kecil di kediri, setelah mendapat laporan, anggota sat narkoba langsung meluncur ke lokasi, dan langsung melakukan pengerebekan.

Dari hasil pemeriksaan sementara kedua tersangka mengaku, mendapat sabu sabu dari surabaya, keduanya mengira bahwa kota kediri aman untuk menggelar pesta sabu-sabu. Kini kedua pelaku yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil departemen kesehatan harus rela mendekam di penjara mapolresta kediri.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *