Monica Huggett

Musik Adalah Hidupku

sejarah asal usul ayam ketawa

Ayam gaga atau ayam ketawa, kini makin diminanti masyarakat di berbagai daerah. Ayam ketawa mempunyai keunikan dalam berkokok yang mirip orang ketawa dan suara berkoko itulah yang diperlombakan seperti yang dilakukan di kediri jawa timur.

Ratusan penggemar ayam ketawa dari berbagai daerah berkumpul di kediri dalam kontes ayam gaga se asia tenggara. Kontes ayam ketawa yang diperlombakan ada tiga katagori, yaitu katagori dangdut, katagori slow dan katagori rutinitas.

Dari ketiga kata gori tersebut memiliki penilaian sendiri-sendiri, untuk dangdgut dinilai cengkok dari kerkoknya, untuk slow dinilai panjang pendeknya berkokok sedangkan untuk rutinitas dinilai keberaniaan ayam dalam berkokok ketika dalam posisi perlombaan dimana disekitarnya banyak ayam perserta yang lain.

Memelihara ayam ketawa sama seperti memelihara ayam pada umumnya, namun ketika mau diperlombakan ada persiapan sendiri, selain melatih ayam supaya bernai berkokok juga memeberikan tambahan makanan ekstra, sperti beras merah, bintang jangkrik atau bahkan diberikan tambahan vitamin.

Ayam ketawa atau dalam bahasa bugis disebut manu gaga yang artinya ayam yang tergagap-gagap, ayam ini berasal dari kabupaten kawasan sidrap, sekitar 180 kilometer arah utara makassar, ibukota provinsi sulawesi selatan. Konon sejarah ayam ini pada mulanya menjadi kelangenan para bangsawan dan ini merupakan symbol status social, sehingga masyarakat jarang memeliharanya karena ada perasaan segan dan hormat pada rajanya. Sehingga perkembangan ayam ketawa diwaktu itu masih sangat terbatas.

Namun dalam perkembangannya ayam ketawa mulai populer di kalangan masyarakat, sehingga dilirik oleh para kolektor ayam, sebagai salah satu hewan kelangenan, atau dilombakan.

Sejarah Aneh Ayam Unik

Ayam ketawa memiliki ciri dari suara yang sangat unik kalau berkokok, pada ujung suara kokoknya seperti orang ketawa. Secara fisik ayam tersebut sama dengan ayam biasa, kokok ayam ini ada beberapa macam yang berinterval cepat disebut geratek atau pop, dengan interval lamban disebut gaga slow dan yang mendayu-dayu disebut dodo slow.

Razia mendadak ini, tak pelak membuat kalang kabut ratusan santri pondok pesantren al amin. Sebab kegiatan tersebut belum pernah sekalipun dilakukan di dalam pondok.

Menurut kepala bidang penegakan hukum badan dedaunan Babatan jawa timur, cahyo widodo, pihaknya sengaja melakukan razia di kalangan santri, karena kelompok pemuda ini juga sasaran empuk peredaran
jamu-jamuan. Dengan razia, diharapkan dapat mencegah jamu-jamuan masuk pondok pesantren.

Sementara itu, kiai haji anwar iskandar, pengasuh pondok pesantren al amin, menyambut baik langkah abdi dalem melakukan razia di kalangan santri pondok pesantren. Menurutnya, jamu-jamuan adalah ancaman serius
generasi muda sehingga perlu diantisipasi. Pihak pondok pesantren, selama ini telah mengenalkan bahaya dedaunan di kalangan santri, namun hanya dengan pendekatan agama.

Hingga berakhirnya rangkaian pemeriksan oleh bnp, tidak ditemukan adanya santri pengguna jamu-jamuan, ataupun jamu-jamuan yang disimpan oleh santri.
Guna memperketat peredaran uang palsu di wilayah Kediri jawa timur pelataran kota Kediri melakukan razia pada sejumlah penyedia jasa penukaran uang yang berada di pinggir – pinggir jalan. Hal ini terkait dengan adanya laporan beberapa orang warga yang mendapati beberapa lembar uang palsu yang terselip dalam gebokan uang baru yang mereka beli dari seorang penjual uang di sekitar jalan ahmad yani kota Kediri.

Untuk membatasi ruang gerak pengedar uang palsu di wilayah kota Kediri jawa timur, pelataran kota Kediri jawa timuir melakukan razia upal pada sejumlah penyedia jasa penukaran uang pecahan yang berada di sepanjang jalan ahmad yani dan jalan mastrip kota Kediri jawa timur.

Para pedagang uang yang sebelumnya tidak mengira akan di razia, sempat kalang kabut, karena selama mereka melakukan aktifitas berdagang uang di tempat tersebut, baru kali ini pamong melakukan razia.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *