Monica Huggett

Musik Adalah Hidupku

Alasan yang Menjawab Kenapa Ibu-ibu Naik Motor Akan Selalu Jadi Penguasa Jalanan

Di jalan beraspal, tak jarang kita menemui rintangan aral bahaya, yang menantang kita sebelum sampai ke tujuan. Salah satu rintangan yang paling berbahaya adalah emak-emak. Terutama spesies bernama emak-emak naik motor.

Lho? Lantas mengapa emak-emak naik motor dapat bahaya banget gitu? Jawabannya berada di artikel di bawah ini 😀

1. Banyak di antara emak-emak ini yang tidak rajin gunakan helm, tapi dapat ngirim pengendara beda yang memakai helm ke UGD!

Ini sebenarnya suatu hal yang butuh disayangkan dari beberapa emak-emakers yang umum naik motor ke pasar/kondangan/jemput anak, belum juga rajin untuk kenakan helm jadi fasilitas keamanan yang harus dipakai sepanjang berkendara.

Suramnya, seakan-akan rider beda yang perlengkapan berkemudinya lebih lengkap-lah yang dipaksa untuk konform pada kondisi si ibu ini. Mengakibatkan, pastinya yang seringkali celaka di jalan adalah beberapa orang beda yang aware juga akan kondisi si ibu ini.

2. Mak-mak naik motor belum juga mengetahui tehnologi canggih bernama lampu sein

Yang namanya emak-emak, umumnya up-date dengan gadget paling baru, tetapi tidak up-date dengan tehnologi paling baru motor mereka, terlebih tehnologi bernama lampu sein, yang dapat memberitahukan pada pengemudi dibelakang beliau, kemana motor juga akan dibelokkan. Yang umum berlangsung, adalah mak-mak ini belok tanpa ada isyarat serta buat pengemudi dibelakangnya cemas, berbuntut pada ndlosor dengan kata lain sliding bebasnya pengemudi itu.

3. Dengan motor matic, mereka seenakt duo serigala.

Motor matic adalah motor terburuk sebagai pilihan pengemudi yang belum juga memiliki pengalaman, karena : (1) motor matic lebih gampang oleng di banding bebek, (2) motor matic tidak dapat panic-braking dengan kata lain ngerem mendadak, (3) motor matic murah harga nya jadi orang relatif seenaknya jika naik matic.

Saat motor matic duet dengan emak-emak? Say your prayers.

4. Ada 2 penguasa jalan : Orang Touring serta Emak-emak naik motor

Ke-3 penguasa jalan ini dinobatkan karna mereka tidak tersentuh hukum. Terlebih yang paling akhir.

5. Asumsinya banyak berdasar pada “Saya fikir”

Seringkali kecelakaan yang berlangsung di jalan, yang melibatkan ibu-ibu bermotor (terlebih yang naik matic) disebabkan oleh prasangka sang emak yang berbunyi “saya fikir”.

“Saya fikir motornya tidak belok mas”

“Saya fikir mobilnya berhenti mas. ”

“Saya fikir barusan motor saya muat nyelip mas”

“Saya fikir barusan angkotnya ngetem mas”

“Saya fikir barusan bisnya tidak kenceng mas”

“Saya fikir barusan sopir angkotnya Vin Diesel mas”

“Saya fikir barusan jemuran saya belum juga diangkat mas”

“Saya fikir barusan yang di tepi jalan Shaheer Sheikh mas”

disangka masnya ini penyebabnya ibu-ibu bimbang di jalan
disangka masnya ini penyebabnya ibu-ibu bimbang di jalan lewat static. tumblr. com

serta banyak lagi…

6. Tehnik mengemudinya sama dengan Spongebob Squarepants

Bukanlah rahasia umum, kalau beberapa besar emak-emak belum juga mempunyai kekuatan mengendara yang mumpuni.. Walau sebenarnya skill mengemudi sendiri adalah satu segi krusial yang bisa tingkatkan keselamatan berkendara. Sumber: id-vespa.blogspot.com

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *