Monica Huggett

Musik Adalah Hidupku

Alasan Utama Masyarakat Kekinian Betah di Tempat Kerja

Sebagai anak yang lahir di tahun 90an, sekarang merupakan saat-saat mencari tempat berkarya yang cocok di hati dan cocok di kantong. Ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi kami para millennial. Walaupun jumlah lapangan pekerjaan banyak, milenial memiliki karakteristik tersendiri ketika memilih tempat bekerja. Hal ini dipengaruhi oleh akses informasi yang sudah sangat terbuka dan juga perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Tantangan beda yang kami rasakan jadi generasi milenial adalah pandangan orang-orang yang seringkali menyebutkan kalau kami adalah generasi yang sangat memilih-milih pekerjaan, pemalas dan seringkali berpindah-pindah tempat kerja.

Hal semacam ini tidak selama-lamanya benar, generasi milenial memerlukan lingkungan kerja yang sesuai sama karakter kami. Karna tidak selama-lamanya satu system ditempat kerja bisa diaplikasikan di semuanya generasi.

Sekarang ini saya bekerja di satu diantara startup di Malaysia bernama iPrice. Ini adalah perusaan ke-3 sepanjang perjalanan karier. Selama ini ada banyak hal yang senantiasa jadi perhatian sekalian pertanyaan saya saat ada di satu perusahaan, yakni beberapa aspek apa yang buat karyawan bertahan?.

Oleh karena itu, jadi generasi milenial, ada banyak hal yang menurut saya perlu serta seringkali jadi argumen kami untuk bertahan ditempat kerja.

1. Apresiasi

Generasi kami adalah pekerja keras. Kami ikhlas tidur sampai larut malam di kantor untuk merampungkan deadline yang didapatkan ; memakai saat libur kami untuk berjumpa dengan orang serta bahkan juga menalangi pembayaran-pembayaran spesifik untuk kebutuhan kantor. Hal semacam ini memberikan kalau generasi kami bukanlah generasi pemalas,

Yang buat lalu kami kurang atau tidak terpacu adalah “Apresiasi”. Kerapkali berlangsung system penilaian yg tidak imbang. Kadang-kadang kekeliruan memperoleh perhatian semakin besar, dibandingan perolehan. Tujuannya bagaimana?. Saat kami lakukan kekeliruan, kami tentu memperoleh teguran. Tetapi saat kami memperoleh satu perolehan, kami tidak selamanya memperoleh pujian. Kenapa? Karna perusahaan seringkali berasumsi kalau perolehan adalah hal lumrah yang telah semestinya karyawan beri.

“Apresiasi” adalah aspek perlu yang buat kami, beberapa milenial bertahan serta berkerja keras. Jadi, berilah animo jumlah yang sama juga dengan sangsi.

2. Peluang Berkembang

Seringkali saya mendengar rekan-rekan sebaya resign dari kantor lama dengan argumen yang nyaris sama, yakni “Tidak Berkembang”. Generasi millennial membutuhkan tempat kerja yang dapat penuhi hasrat kami untuk berkembang. Kami bukanlah generasi yang cepat senang dengan apa yang kami punyai atau kenali saat ini. Kami senantiasa mempunyai hasrat untuk pelajari serta ketahui beberapa hal baru.

Hingga milenial perlu kantor yang berikan peluang untuk berkembang. Misalnya program-program short course on-line perbulan, beberapa kursus, workshop di luar kantor serta beberapa hal yang dasarnya bisa menaikkan pengetahuan baru.

Saat milenial rasakan banyak perubahan dalam diri kami, ketahui beberapa hal baru, kami juga akan cendrung bertahan di tempat bekerja.

3. Situasi Kantor

Yang disebut situasi kantor di sini adalah bentuk dan dekorasi kantor. Hal semacam ini bukanlah aspek terpenting, tetapi adalah satu diantara aspek yang punya pengaruh apakah kami bertahan atau tidak.

Kantor dengan design yang unik serta bagus mempunyai daya tarik sendiri buat kami beberapa milenial. Hidup di jaman yang serba on-line, sosial media adalah mengkonsumsi kami keseharian. Mempunyai kantor dengan design yang bagus serta beberapa sarana unik juga akan jadi kebanggaan sendiri untuk dipamerkan di sosial media.

Ditambah lagi kantor dengan design yang unik serta bagus akan mensupport sistem berfikir kreatif kami beberapa millennial. Sumber: http://www.siamplop.net/

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *